From Milan Kundera...
“Perulangan abadi menyatakan bahwa suatu kehidupan yang pernah hilang, sekali untuk selamanya, yang tdk kembali lagi itu, seperti sebuah bayangan. Tanpa bobot, kematian yang menunggu, dan pertanyaan apakah kehidupan itu mengerikan, indah, atau suci? Sesungguhnya kengerian, keindahan, dan kesuciannya tidak berarti apa-apa.
Peristiwa yang terjadi akan menjadi suatu kumpulan yang senantiasa mendominasi dalam arus sejarah kehidupan. Namun, kekosongannya tidak dapat diperbaiki.”
[Milan Kundera, “The Unbearable Lightness of Being”; “Entengnya Kehidupan : Sebuah Metafora Tak Tertahankan”,2002]
Free-chat :
Jadi, apakh saat kita merasakan Ups & Downs-nya suatu ritme kehidupan, kita bisa bener2 bilang…kalau masa2 yg berat itu adalah sesuatu yg patut untuk disesalkan? Vice versa, ato sebaliknya, masa2 yg ringan adlh sesuatu yg sungguh2 baik?
Benarkah batasan antara kedua hal di atas, begitu tipis atau rapuh, sehingga kdg2 kita sering merasa tidak sadar saat mengalami semuanya? Itu terjadi begitu aja…just flow…flow…flow…”Panta rei kei uden menei”[=segala sesuatunya mengalir seperti air], kata Heraclitus.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home